Senin, 09 November 2020

Unsur-Unsur Penelitian

 

METODE PENELITIAN ADMINISTRASI BISNIS

“UNSUR-UNSUR PENELITIAN”

 

 

 

 

 

 

OLEH :

U C I

452 17 026

4B D4 ADMINISTRASI BISNIS

 

 

 

JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA

PRODI D4 ADMINISTRASI BISNIS

POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

2020

 

BAB V

UNSUR-UNSUR PENELITIAN

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hasil penelitian adalah menggunakan unsur-unsur penelitian ilmiah untuk memperoleh hasil yang lebih valid. Apabila peneliti ingin meramalkan, menjelaskan dan memahami suatu fenomena , maka peneliti harus mengetahui dan memahami dengan tepat istilah-istilah seperti: Konsep, Konstruk, Proposisi, Variabel, Teori, Kerangka Pikir, Hipotesis dan Definisi Operasional.

 

A.      Konsep

Konsep yaitu abstraksi mengenai fenomena yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik kejadian, keadaan, kelompok atau individu tertentu. Pada dasar konsep berawal dari fakta yang diserap melaui indera, direkam oleh otak untuk diperjelas kembali disebut konsep abstrak.Jadi konsep merupakan dasar untuk menghubungkan antara dunia teori dengan observasi, antara abstraksii dan realita. oleh karena itu, keberhasilan suatu penelitian dalam hubungan dengan konsep tergantung ada "bagaimana merumuskan konsep dengan jelas" dan "bagaimana orang lain dapat mengerti dengan baik terhadap konsep yang digunakan".

 

B.       Konstruk

Konstruk yaitu merupakan suatu bayangan atau ide yang diciptakan untuk suatu penelitian dan atau mengembangkan teori yang dikehendaki. Konstruk lebih kompleks dibandingkan dengan konsep karena konstruk dibangun dengan mengkombinasikan konsep-konsep yang lebih sederhana, terutama jika ide atau image kita dimaksudkan untuk menyampaikan subjek yang tidak secara langsung diobservasi.

 

C.      Proposisi

Proposisi adalah hubungan yang logis antara dua konsep. Sedangkan proposisi menurut Manasse Malo (1986), adalah "suatu pernyataan yang terdiri atas satu atau lebih dari satu konsep atau variabel ". Oleh karena proposisi yang hanya terdiri dari satu konsep atau variabe lazimnya disebut preposisi yang unvariat. Kemudian suatu proposisi yang menyangkut di antara dua konsep atau variabel, lazinya disebut proposisi bivariat. Sedangkan suatu proposisi yang menyangkut hubungan di antara lebih dua konsep lazimnya disebut proposisi yang multivariat.

 

D.      Variabel

Pada dasarnya variabel menurut penulis adalah sesuatu yang mempunyai variasi nilai. Misalnya variabel jenis kelamin. Variasi nilainya adalah laki-laki dan perempuan. Sedangkan menurut Hatch & Farhady (1981) mengemukakan bahwa vaiabel adalah sebagai atribut dari seseorang atau objek yang mempunyai "variasi" nilai. Suatu contoh sederhana adalah konsep "badan". Agar konsep tersebut dapat dijadikan variael, maka diambil dimensi tertentu dari konsep badan tersebut misalnya tinggi badan, berat badan, bentuk badan, dan sebagainya yang mengandung variasi nilai.

 

E.       Teori

Pada dasarnya pengetahuan diperoleh melalui pendekatan ilmiah, yaitu melalui penelitian ilmiah dengan menggunakan metode ilmiah dan dibangun atas teori tertentu. Sedangkan yang dimaksud teori yaitu serangkaian asumsi, konsep, konstruk, devinisi, dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena sosial secara sistematis dangan cara merimuskan hibingan antar konsep. Adapun pengertian teori menurut Babble (1983) teori adalah penjelasan sistematis tentang suatu fakta dan atau hukum yang berhubungan dengan aspek kehidupan.

v  Fungsi Teori

1.        Sebagai identifikasi awal dari permasalahan penelitian dengan menampilkan kesenjangan, bagian-bagian yang lemah dan ketidaksesuaiannya dengan penelitian terdahulu dan memberikan alasan perlunya penelitian.

2.        Untuk mengumpulkan seua konstruk, atau konsep yang berkaitan dengan topik penelitian dengan pertanyaan yang terinci sebagai pokok masalah penellitian.

3.     Untuk menampilkan hubungan atau variabel, dapat dibandingkan dengan hasil-hasil penelitian dengan temuan-temuan terdahulu.

 

F.       Kerangka Berpikir

Uma Sekaran (1992), mengemukakan bahwa kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang urgen. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Pada dasarnya kerangka berpikir adalah penjelasan sementara terhadap gejala yang menjadi objek permasalahan penelitian. Kerangka berpikir disusun berdasarkan tinjauan pustaka dan hasil penelitian yang relevan. Kerangka berpikir merupakan argumentasi kita dalam merumuskan hipotesis, maka argumentasi kerangka berpikir menggunakan logika deduktif (metode kuantitatif) dengan memakai pengetahuan ilmiah sebagai premis-premis dasarnya. Kerangka berpikir adalah hasil buatan kita sendiri dalam artian bukan buatan orang lain, yakni cara kita berargumentasi dalam merumuskan hipotesis.

 

G.      Hipotesis

Penggunaan hipotesis dalam suatu penelitian dapat didasarkan pada permasalahan penelitian dan atau tujuan penelitian.

1.     Pengertian Hipotesi

Hipotesis yaitu suatu kesimpulan sementara, tetapi kesimpulan itu belum final, masih harus dibuktikan kebenarannya atau hipotesis adalah suatu jawaban sementara atau dugaan sementara dimana ada kemungkinannya benar dan juga kemungkinan salah. Pengertian hipotesis menurut penulis adalah "Hipotesis adalah merupakan suatu jawaban sementara aatau jawaban yang belum final yang masih perlu dibuktikan kebenarannya, sehingga dapat ditemukan suatu jawaban atau pendapat". Apabila peneliti telah mendalami permaslahn penelitian dengan seksama serta menetapkan anggapan dasar, maka kemudian disusun teori sementara, yang kebenarannya masih perlu diuji (di bawah kebenaran) inilah yang disebut hipotesis.

2.         Jenis Hipotesis

Adapun jenis-jenis hipotesis dalam suatu penelitian yaitu sebagai berikut:

a.      Hipotesis deskriptif yaitu merupakan hipotesis yang secara khusus menyatakan keberadaan ukuran, bentuk atau distribusi suatu variabel. Contoh: Setiap kaleng cat mampu mewarnai tembok seluas 15 m2 .

b.     Hipotesis relasional yaitu merupakan suatu hipotesis yang menggambarkan hubungan antar variabel. 

     Contoh: Ada hubungan antara motivasi kerja dengan tingkat produktivitas kerja pegawai di Kantor X.

3.         Peranan Hipotesis

a.         Sebagai pedoman dalam pelaksanaan penelitian

b.   Dengan hipotesis arah penelitian dapat lebih jelas, variabel apa yang dibutuhkan, bagaimana mengukur dan menganalisa.

c.     Dengan membuat hipotesis, akan dikethaui informasi apa yang relevan untuk bahhan kajian dan mana yang tidak.

d.       Hipotesis akan memudahkan dalam membuat desain penelitian.

e.     Hipotesis membantu peneliti untuk membuat rancangan kesimpulan sebagai hasil akhir dari suatu penelitian.

4.         Syarat-syarat Hipotesis

a.         Hipotesis harus sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian

b.        Hipotesis yang dirumuskan harus bisa diuji dengan data empiris.

c.         Hipotesis harus tidak terlalu banyak membutuhkan asumsi

 

H.      Definisi Operasional

Untuk setiap variabel yang digunakan dalam suatu penelitian, harus didefinisikan secara jelas. Tanpa definisi yang jelas, suatu konsep atau variabel akan menimbulkan berbagai pengertian, dan ini hanya akan mengundang masalah. Pelaksanaan yang efektif dari suatu penelitian, akan menjadi sulit jika terjadi kesenjangan pengertian dari suatu konsep atau variabel. Adapun definisi operasional adalah merupakan kriteria yang bisa diuji secara empiris. Dengan definisi operasional kita dapat mengukur, menghitung atau mengumpulkan informasi melalui logika empiris. Definisi operasional, merupakan suatu elemen penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variabel dengan kata lain semacam petunjuk pelaksanaan bagaimana cara mengukur variabel.

Definisi operasional menurut Kerlinger (1996:51), adalah meletakkan arti pada suatu kontstruk atau variabel dengan menetapkan kegiatan-kegiatan atau tindakan-tindakan yang perlu untuk mengukur konstruk atau variabel itu. Sejalan dengan pedapat Kerlinger (1990:51), Malo (1999:59) mengatakan bahwa definisi operasional memaparkan cara pengukuran suatu variabel. Oleh karena itu variabel-variabel yang masih mengandung konsep-konsep abstrak yang lebih dekat dengan dunia teori, di definisi operasionalkan untuk lebih dekat ke dunia empiris agar mengena sasaran realita yang hendak diteliti.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Pasolong, Harbani.2020.Metode Penelitian Administrasi Publik. Bandung: Alfabeta.